Langsung ke konten utama

NU LIBERAL VS FPI RADIKAL

 Habib umar bin chafidz beliau berkata :


                "الدعوة واسعة لا يفهمها الا الواسع"


"Da'wah itu luas , tidak akan bisa di faham kecuali orang yang memiliki pemikiran luas"



Ketika ada organisasi yg sangat berani ber amar ma'ruf nahi munkar menegakkan agama islam dan ingin membuat damai negara menegakkan keadilan. 


Ketika ada personal orang yang membuat malu organisasi tersebut sehingga organisasi tersebut di golongkan RADIKAL, TERORIS,HTI,ISIS. 


Dan satu lagi ada, organisasi yg memilih da'wah dingin, tentram, damai yg selalu memikir dengan pemikiran dalam. 


Ketika ada personal orang yg berprilaku tidak senonoh kata sebagian ulama' di situ juga banyak yang menggolongkan golongan tersebut dengan sebutan LIBERAL, SESAT, PKI, PEMBASMI ISLAM, TIDAK MENDUKUNG SESAMA AGAMA.


Memang ada qoul :


نحن نحكم بالظواهر والله يحكم بالسرائر


"Kita menghukumi sesui dhohirnya saja, biar allah yg menghukumi secara sirr / bathin"


Dan bahkan guru kami berkata UST BADRUT TAMAM LC:


"NU itu menumbuhkan benih padi sedangkan FPI membasmi tikus yg merusak pertumbuhan padi"


Jadi kita harus bersikap dewasa biar ulama'² kita yg berfatwa demikian mengkritik satu sama lain dengan thoreqoh beliau² tersendiri.


Jadi kita sebagai muqollid jangan bersikap seperti anak kecil sampai ikut² an mencaci menghina ulama'² dari kedua belah pihak karna kita satu yaitu islam.. 


Kalau kita tidak cocok dengan personal maka jangan lah membenci organisasi nya tapi cukup benci lah kepada sifat orang yg bersangkutan,  karna kedua organisasi tersebut yg mendirikan adalah waliyulloh... 


Kita orang islam jangan mau di adu domba ....!!!!


Oleh: Lutfillah 

Pontianak kalbar Rabu 11 nov 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum Memakai Cadar dalam Pandangan 4 Madzhab

Oleh: KH. Imron Mutamakkin Wanita bercadar seringkali diidentikkan dengan orang arab atau timur-tengah. Padahal memakai cadar atau menutup wajah bagi wanita adalah ajaran Islam yang didasari dalil-dalil Al Qur’an, hadits-hadits shahih serta penerapan para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam serta para ulama yang mengikuti mereka. Sehingga tidak benar anggapan bahwa hal tersebut merupakan sekedar budaya timur-tengah. Berikut pendapat-pendapat para ulama madzhab, tanpa menyebutkan pendalilan mereka, untuk membuktikan bahwa pembahasan ini tertera dan dibahas secara gamblang dalam kitab-kitab fiqih 4 madzhab. Lebih lagi, ulama 4 madzhab semuanya menganjurkan wanita muslimah untuk memakai cadar, bahkan sebagiannya sampai kepada anjuran wajib. Beberapa penukilan yang disebutkan di sini hanya secuil saja, karena masih banyak lagi penjelasan-penjelasan serupa dari para ulama madzhab. Madzhab Hanafi Pendapat madzhab Hanafi, wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (...

Hukum Sunah Ruqyah Pada Orang yang Sakit

  SELEKTIF MEMILIH PENGOBATAN ALTERNATIF Islam memang menghalalkan praktik ruqyah (pengobatan alternatif dengan bacaan-bacaan yang diperbolehkan oleh syariat). Imam Muslim dalam kitabnya, Sahîh Muslim, mengumpulkan beberapa hadis yang menyebutkan bahwa Rasulullah pernah melakukan ruqyah dalam satu bab berjudul, “Bab Menerangkan Hukum Sunah Ruqyah Pada Orang yang Sakit.” Salah satu hadis yang disebutkan oleh beliau adalah hadis yang diriwayatkan oleh Sayidah Aisyah (no. 2191): كاَنَ رُسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِذَا اشْتَكَى مِنَّا إِنْسَانٌ مَسَحَهُ بِيَمِيْنِهِ ثُمَّ قَالَ أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً “Ketika ada salah satu orang yang mengeluh sakit, Rasulullah mengusap orang itu dengan tangan kanannya dan bekata, ‘Wahai Tuhan umat manusia, hilangkanlah penyakit dia. Sembuhkanlah, karena hanya engkau Dzat yang bisa menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan...

Kisah Pesantren yang Batal Dibakar karena Foto Gus Dur

Di Papua sini komunitas muslim sangat minoritas. Sebetulnya banyak kelompok Islam baru yang bermunculan, namun berhaluan keras. Sehingga masyarakat asli merasa terusik dan tentu tidak begitu tertarik. Sumber:https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3749282815094492&id=383755138313960 Karena itulah ketika kami membangun Pondok Pesantren Madrasatul Qur'an (PPMQ) di Papua Barat, mereka mengira bahwa kami sama dengan komunitas muslim garis keras yang tidak simpatik kepada orang Papua dan juga adat Papua. Berkat pertolongan Allah, alhamdulillah lama-kelamaan mereka mengetahui siapa kami dan bahkan mau belajar Al-Quran kepada kami, yang hanya penjual ayam ini. . Saya tidak punya ilmu Al-Quran sebaik dan sepandai sahabat-sahabat santri lain. Saya hanya bisa alif ba', ta'. Namun semua aktivitas mengajar Qur'an kami lakukan dengan ikhlas, sesuai nasihat Romo Kiai Yusuf Masyhar. . Awal berdiri, semua menolak kehadiran PPMQ Al-Qalam. Bahkan dari pihak lintas gereja pun meno...