Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

KISAH KAWANAN PERAMPOK TOBAT BERKAT KEJUJURAN SYEKH ABDUL QODIR AL-JILANI.

  Saat masih belia, Syekh Abdul Qodir Al-Jilani mencari ilmu dengan melakukan perjalanan dari Kota Mekah menuju Kota Baghdad, Irak. Sang ibu pun membekalinya uang sebanyak 40 dinar yang dijahit di dalam ketiak bajunya. Sang ibu juga berpesan agar ia senantiasa menjaga kejujuran. Ketika sampai di wilayah Hamdzan, datanglah sekelompok orang yang berusaha menghadang dan merampok rombongan Syekh Abdul Qodir Al-Jilani. Saat yang lain merampas harta para rombongan, salah seorang perampok menghampiri Syekh Abdul Qodir Al-Jilani kecil dan bertanya, “Apa yang kau miliki?” Mendengar pertanyaan itu, Syekh Abdul Qodir Al-Jilani pun memberitahu apa yang ia miliki, yakni uang saku sebanyak 40 dinar pemberian ibunya yang diletakkan di jahitan ketiak. Perampok itu pun merasa aneh dan kemudian membawa Syekh Abdul Qodir Al-Jilani untuk dihadapkan pada pimpinannya. Pemimpin perampok itu pun menanyakan hal serupa. Dan Syekh Abdul Qodir Al-Jilani kembali mengulangi jawaban yang sama. Mendengar jawaban ...

Soal - soal ke NU an

    1. Ada NU , Muhammadiyah , Persis , LDII , Wahabi , Salafi , Mu'tazilah  , kamu milih yang mana ........? NU. 2. NU singkatan dari apa ......? Nahdlatul  'Ulama 3. Nahdlah , artinya apa.....? Kebangkitan 4. 'Ulama artinya apa ........? Orang yang pintar memiliki ilmu Agama dan mampu mengamalkannya. 5. Siapakah yang paling takut kepada Allah dan Pewaris Para Nabi.........? ' Ulama . 6. Kapan Organisasi NU didirikan ....? Tgl 31 Januari 1926 / 16 Rajab 1344 H. 7. Di daerah mana NU didirikan ...? Di Surabaya. 8. Siapa ketua Syuriah PBNU yang pertama .. ? KH.M. Hasyim Asy'ari dari Kabupaten Jombang. 9. Siapa ketua Tanfidziyah PBNU yang pertama ......? H. Hasan Gipo dari Surabaya. 10. Apa tujuan didirikannya organisasi NU ......? Untuk melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunah waljamaah dengan menganut salah satu dari empat madzhab (. Hanafi , Maliki, Syafi'i , Hambali   ). 11. Sebutkan Struktur Organisasi NU.....

Hukum Sunah Ruqyah Pada Orang yang Sakit

  SELEKTIF MEMILIH PENGOBATAN ALTERNATIF Islam memang menghalalkan praktik ruqyah (pengobatan alternatif dengan bacaan-bacaan yang diperbolehkan oleh syariat). Imam Muslim dalam kitabnya, Sahîh Muslim, mengumpulkan beberapa hadis yang menyebutkan bahwa Rasulullah pernah melakukan ruqyah dalam satu bab berjudul, “Bab Menerangkan Hukum Sunah Ruqyah Pada Orang yang Sakit.” Salah satu hadis yang disebutkan oleh beliau adalah hadis yang diriwayatkan oleh Sayidah Aisyah (no. 2191): كاَنَ رُسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِذَا اشْتَكَى مِنَّا إِنْسَانٌ مَسَحَهُ بِيَمِيْنِهِ ثُمَّ قَالَ أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً “Ketika ada salah satu orang yang mengeluh sakit, Rasulullah mengusap orang itu dengan tangan kanannya dan bekata, ‘Wahai Tuhan umat manusia, hilangkanlah penyakit dia. Sembuhkanlah, karena hanya engkau Dzat yang bisa menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan...

NU DULU DAN NU SEKARANG (KH. Muchith Muzadi)

  Tulisan yang menarik, mengambil cerita dari (Allah Yarhamhu) KH Muchit Muzadi.  Abdul Muchith Muzadi, murid langsung Hadlratus-Syaykh KH. Hasyim Asy’ari, yg pernah menjadi sekertaris Rais Amm KH. Ahmad Siddiq, yg juga merupakan kakak kandung KH. Hasyim Muzadi, siang ini hadir dalam acara Sarasehan Ulama dan Cendekiawan di Pesantren Mahasiswa al-Hikam, Depok. Beliau yg diberi kesempatan berbicara sebentar di forum yg dihadiri oleh 34 PWNU seluruh Indonesia itu menuturkan beberapa hal menarik sebagai berikut: Saya itu sudah menyandang berbagai jabatan di NU. Sekarang ini saya menjadi anggota Mustasyar PBNU. Nah, biasanya di NU itu kalau orang sudah di-mustasyarkan berarti sudah tidak terpakai lagi… Dan tugas mustasyar itu memberi nasehat. Eh, sekarang kalau ketemu Syuriah atau Tanfidziyah, malah saya yg dinasehati… Hahaha. Desember ini insya Allah umur saya 90 tahun. Lha kemarin waktu di pesawat pramugarinya bertanya: “Ada urusan apa, kok mau sampai repot2 ke Jakarta, pak?!” S...

Syafaat Nabi Muhammad SAW terbagi sebagaimana berikut

  Foto/DawuhNU 1. Syafa'atul Udzma (syafaat yg agung, dan hanya khusus untuk Nabi Muhammad Saw); yaitu meminta keputusan hukum dari Allah Swt agar seluruh makhluq segera dihisab. Syafaat ini untuk semua makhluq Allah, baik manusia, jin, muslim ataupun kafir. 2. Syafa'at untuk orang yang amal baik dan buruknya sama, kemudian dimasukkan ke Surga. 3. Syafaat untuk mengangkat derajatnya penduduk Surga melebihi derajat Surga yg harusnya ia tempati sesuai pahalanya. 4. Syafaat memasukkan Surga orang-orang khusus tanpa hisab, sebagaimana Sahabat Ukasyah yg mendapatkan jaminan tersebut. Dan jumlahnya pun hanya 70.000 orang saja. Semoga kita termasuk golongan yg nomer 4 ini, Amiin. 5. Syafaat untuk meringankan siksan di Neraka. Sebagaimana syafaat untuk paman Nabi, Abu thalib. 6. Syafaat memberikan izin masuk surga terdahulu bagi orang mukmin. #Sumber: Kitab Tanwirul Qulub hal 78, dan Kitab Tsimarul Yaniah hal 12. Penulis: Lutfillah