Langsung ke konten utama

Tanggapan perubahan lafadz adzan "Hayya 'Alal Jihad" oleh pengurus PCNU Kabupaten Pasuruan.

 


Tanggapan perubahan lafadz adzan "Hayya 'Alal Jihad" oleh pengurus PCNU Kabupaten Pasuruan. 

Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Pasuruan

KH. Muzakki birrul Alim

Wakil Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Pasuruan

KH. Ma'shum Hasyim

Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Pasuruan

KH. Muhib Aman Aly


Kami tadi sengaja membahas mengenai vidio yang viral di media sosial terkait dengan merubah lafadz adzan. 


Kami tadi sudah membahas bahwa:

1. Merubah lafadz adzan sebagaimana yang ada di vidio tersebut adalah TIDAK DIBENARKAN secara syara', karena bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah didalam susunan lafadz adzan yang sunnah dibaca. Pada zaman Rasulullah sudah berkali-kali Jihad, tapi tidak pernah sekali-kali pun ada riwayat yang merubah "حي على الصلاة " menjadi "حي على الجهاد", dengan demikian, perubahan itu jelas menyalahi tuntunan yang sudah diajarkan oleh Rasulullah dan ditetapkan oleh ulama. Dengan demikian merubah lafadz "حي على الصلاة " menjadi "حي على الجهاد", adalah tergolong perbuatan " بدعة سيئة" BID'AH SAYYIAH yang tidak dibenarkan, dan tidak patut untuk dilakukan. 


2. Kami memandang bahwa, ajakan "حي على الجهاد" ini adalah provokasi untuk memperkeruh suasana, maka PCNU Kabupaten Pasuruan menghimbau kepada masyarakat khususnya daerah Pasuruan, untuk tidak terpancing dan tidak terprovokasi dengan melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum, serahkan kepada aparat yang berwenang. Oleh karena itu, kami mengharap kepada aparat yang berwenang untuk segera menindak kalau perlu menangkap pelaku yang menyebarkan dan melakukan sesuai dalam vidio tersebut, karena sudah meresahkan masyarakat. Dan menurut kami, ini masuk pada pelecehan agama. Oleh karena itu, PCNU Kabupaten Pasuruan mengharap kepada aparat untuk segera bertindak dan menangkap pelakunya. 

Demikian yang di sampaikan, mudah-mudahan ada manfaatnya. 


Wassalamualaikum Wr. Wb. 


Penulis: Mudzakkir 

Pasuruan 1 Desember 2020

Join with us

Instagram
https://instagram.com/dawuh.nu?igshid=xs8s58b9jhjm

Facebook fans page
https://www.facebook.com/Dawuh-NU-106246521321808/

Twitter
https://twitter.com/dawuh_nu?s=09

YouTube
https://www.youtube.com/channel/UC95tWe_uB76FlIAvJA88inQ

Blogger
https://dawuhnu.blogspot.com/?m=1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum Memakai Cadar dalam Pandangan 4 Madzhab

Oleh: KH. Imron Mutamakkin Wanita bercadar seringkali diidentikkan dengan orang arab atau timur-tengah. Padahal memakai cadar atau menutup wajah bagi wanita adalah ajaran Islam yang didasari dalil-dalil Al Qur’an, hadits-hadits shahih serta penerapan para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam serta para ulama yang mengikuti mereka. Sehingga tidak benar anggapan bahwa hal tersebut merupakan sekedar budaya timur-tengah. Berikut pendapat-pendapat para ulama madzhab, tanpa menyebutkan pendalilan mereka, untuk membuktikan bahwa pembahasan ini tertera dan dibahas secara gamblang dalam kitab-kitab fiqih 4 madzhab. Lebih lagi, ulama 4 madzhab semuanya menganjurkan wanita muslimah untuk memakai cadar, bahkan sebagiannya sampai kepada anjuran wajib. Beberapa penukilan yang disebutkan di sini hanya secuil saja, karena masih banyak lagi penjelasan-penjelasan serupa dari para ulama madzhab. Madzhab Hanafi Pendapat madzhab Hanafi, wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (...

Hukum Sunah Ruqyah Pada Orang yang Sakit

  SELEKTIF MEMILIH PENGOBATAN ALTERNATIF Islam memang menghalalkan praktik ruqyah (pengobatan alternatif dengan bacaan-bacaan yang diperbolehkan oleh syariat). Imam Muslim dalam kitabnya, Sahîh Muslim, mengumpulkan beberapa hadis yang menyebutkan bahwa Rasulullah pernah melakukan ruqyah dalam satu bab berjudul, “Bab Menerangkan Hukum Sunah Ruqyah Pada Orang yang Sakit.” Salah satu hadis yang disebutkan oleh beliau adalah hadis yang diriwayatkan oleh Sayidah Aisyah (no. 2191): كاَنَ رُسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِذَا اشْتَكَى مِنَّا إِنْسَانٌ مَسَحَهُ بِيَمِيْنِهِ ثُمَّ قَالَ أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً “Ketika ada salah satu orang yang mengeluh sakit, Rasulullah mengusap orang itu dengan tangan kanannya dan bekata, ‘Wahai Tuhan umat manusia, hilangkanlah penyakit dia. Sembuhkanlah, karena hanya engkau Dzat yang bisa menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan...

Kisah Pesantren yang Batal Dibakar karena Foto Gus Dur

Di Papua sini komunitas muslim sangat minoritas. Sebetulnya banyak kelompok Islam baru yang bermunculan, namun berhaluan keras. Sehingga masyarakat asli merasa terusik dan tentu tidak begitu tertarik. Sumber:https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3749282815094492&id=383755138313960 Karena itulah ketika kami membangun Pondok Pesantren Madrasatul Qur'an (PPMQ) di Papua Barat, mereka mengira bahwa kami sama dengan komunitas muslim garis keras yang tidak simpatik kepada orang Papua dan juga adat Papua. Berkat pertolongan Allah, alhamdulillah lama-kelamaan mereka mengetahui siapa kami dan bahkan mau belajar Al-Quran kepada kami, yang hanya penjual ayam ini. . Saya tidak punya ilmu Al-Quran sebaik dan sepandai sahabat-sahabat santri lain. Saya hanya bisa alif ba', ta'. Namun semua aktivitas mengajar Qur'an kami lakukan dengan ikhlas, sesuai nasihat Romo Kiai Yusuf Masyhar. . Awal berdiri, semua menolak kehadiran PPMQ Al-Qalam. Bahkan dari pihak lintas gereja pun meno...