Ada empat motif orang berhaji di akhir zaman. Pertama, penguasa atau pejabat berhaji untuk wisata. Kedua, orang kaya berhaji untuk bisnis. Ketiga, orang fakir berhaji untuk meminta-minta. Keempat, pemuka agama berhaji untuk mencari pamor dan reputasi. Imam Ghazali dalam kitab ikhya' ulum ad din hal 262 juz 1 cetakan maktabah syamilah وقد روي فى خبر من طريق أهل البيت : « إذا كان آخر الزمان خرج الناس إلى الحج أربعة أصناف : سلاطينهم للنزهة وأغنياؤهم للتجارة وفقراؤهم للمسألة وقراؤهم للسمعة» (إحياء علوم الدين. ص ٢٦٢/ ج ١ مكتبة الشاملة)
Saat masih belia, Syekh Abdul Qodir Al-Jilani mencari ilmu dengan melakukan perjalanan dari Kota Mekah menuju Kota Baghdad, Irak. Sang ibu pun membekalinya uang sebanyak 40 dinar yang dijahit di dalam ketiak bajunya. Sang ibu juga berpesan agar ia senantiasa menjaga kejujuran. Ketika sampai di wilayah Hamdzan, datanglah sekelompok orang yang berusaha menghadang dan merampok rombongan Syekh Abdul Qodir Al-Jilani. Saat yang lain merampas harta para rombongan, salah seorang perampok menghampiri Syekh Abdul Qodir Al-Jilani kecil dan bertanya, “Apa yang kau miliki?” Mendengar pertanyaan itu, Syekh Abdul Qodir Al-Jilani pun memberitahu apa yang ia miliki, yakni uang saku sebanyak 40 dinar pemberian ibunya yang diletakkan di jahitan ketiak. Perampok itu pun merasa aneh dan kemudian membawa Syekh Abdul Qodir Al-Jilani untuk dihadapkan pada pimpinannya. Pemimpin perampok itu pun menanyakan hal serupa. Dan Syekh Abdul Qodir Al-Jilani kembali mengulangi jawaban yang sama. Mendengar jawaban ...